Personil Baru

Author: himasos  |  Category: About Us, Activity

Halo-halo mas, mbak , brothers, and sisters
setelah cukup lama blog  ini istirahat karena ada pergantian pemain sekarang mulai bangun kembali untuk mengabi katakanlah seperti  itu dan inilah personil baru yang beruntung

Semoga mereka para  pemain dan personil baru dapat memajukn himason FISIP UNS kita ini
HIMASOS JAYA!!

Film dan Diskusi "K vs K"

Author: himasos  |  Category: Activity

Terdiri dari ribuan titik yang berhubungan sejak jaman upeti.
Sebuah lingkaran tak berujung yang jika patah akan menyambung.
Semakin besar, cepat atau lambat yang menyatu dari banyak patahan.
Terus berkembang dan utuh entah sampai kapan.
Korupsi.

HIMASOS UNS PRESENT :

FIKSI : Film dan Diskusi – Kita vs Korupsi

26 November 2012

Bersama : Bara, Addin kurnia Putri, dan Arif satriantoro serta teman-teman lainnya.

Berbincang ini itu tentang korupsi, korupsi, dan korupsi. Yang mengakar dan meninggikan pesimistik dalam jiwa anak muda. Lewat diskusi ini, kita bersama-sama bersuara dalam upaya pemberantasan korupsi. Tidak hanya dengan berteriak di jalan, tapi menajamkan analisis dalam pikiran, dan kemudian belajar paham: mana korupsi mana bukan. Kita sedang korupsi atau tidak.

Magang HIMASOS – Bidang 3!!!

Author: himasos  |  Category: Activity

Hari apa ini?

Ya betul, Rabu!

Tanggal?

121212? Ada yang spesial kah? Ada doongs…

Hari ini ada magang HIMASOS khusus bidang 3 di Lab Kom FISIP UNS bareng temen-temen 2012. Kegiatannya itu… Bikin blog :)

Tiap magangers wajib bikin blog, nulis apapun yang ingin ditulis dan mem-postingnya di blog baru mereka. Sementara ini baru postingan-postingan sederhana dulu, next, pasti blog mereka isinya lebih kreatif dan semakin membuktikan bahwa anak-anak sosiologi memang anak-anak melek media yang bakal mengantarkan UNS jadi world class university beneran, ga cuma angan-angan. Buat temen-temen yang belum bikin, ayo segera buat blog dan biarkan jarimu menari di atas keyboard #tsaaaahh

Poetry Party

Author: himasos  |  Category: Activity

Selamat sore…

Bulan Novemember ini HIMASOS FISIP UNS mengadakan Lomba Menulis Puisi dengan tema “Orang-orang di Sekitar Kita”.Lomba ini dapat diikuti oleh seluruh mahasiswa UNS, mahasiswa universitas lain serta masyarakat umum dengan batasan usia maksimal 25 tahun.  Ada beberapa petunjuk dalam mengikuti lomba ini, sebagaimana yang telah dijelaskan oleh pantia di akun Twitter HIMASOS ( @HimasosFisipUns ) berikut ini beberapa petunjuk tersebut :

– Selain harus bertema “Orang-orang di Sekitar Kita” , peserta juga harus memerhatikan ketentuan:

1. Puisi merupakan karya ASLI ide sendiri, belum pernah dipublikasi, dan puisi itu tentang “Orang-orang di sekitar kita”

2. Naskah puisinya kemudian dikirim via email ke Ltphimasos(at)yahoo(dot)com sertakan identitas (scan KTP/SIM/KARMAS)

3. Kemudian konfirmasi juga ke panitia, untuk memastikan file dan data diri anda sudah lengkap di panitia. Hub Ephi : 085728136701

4. Paling lambat, file diterima panitia tanggal 30 November 2012, pukul 20:00 WIB. Melebihi waktu tsb dianggap bukan peserta lomba

5. Ada hadiah? | Ada dong, untuk 3 penulis puisi terbaik akan mendapat hadiah uang tunai dan bingkisan dari @himasosfisipuns :)

6. Dan 3 karya terbaik tsb akan dibacakan pada acara SOCIAL HERITAGE bulan Desember mendatang (bukan oleh penulis)

7. Untuk puisi terpilih lainnya (bukan hanya 3 terbaik) juga akan dibukukan

8. Dan lomba ini GE-RA-TISSS! Alias FREE. Bila ada pihak-pihak yang meminta bayaran berupa apapun itu bukan termasuk tanggung jawab panitia. So, kalo masih bingung tanyanya langsung sama CP yang sudah kita cantumkan aja ya kakak :)

Salam puitis ! :)

Sociology Moving Forward

Author: himasos  |  Category: Activity

19 September 2012 yang lalu rekan-rekan HIMASOS FISIP UNS mengadakan sarasehan dengan dosen-dosen jurusan Sosiologi  serta teman-teman mahasiswa baru bertempat di Ruang 14 lantai 3 gedung 2 FISIP UNS. Sarasehan kali ini mengusung tema “Sociology Moving Forward” , ya, bergerak maju. Dengan terselenggaranya acara ini, segenap rekan-rekan anggota HIMASOS selaku penggagas acara berharap adanya reaksi nyata dari pihak Jurusan serta mahasiswa sosiologi dalam usaha memajukan jurusan kita agar prestasi dari tahun ke tahun tidak hanya dipertahankan, tapi juga ditingkatkan. Dalam diskusi ini, baik mahasiswa maupun dosen menyampaikan evaluasi mengenai proses kegiatan belajar di kelas serta berbagai komentar mengenai penyelenggaraan acara oleh mahasiswa dengan mengusung nama Sosiologi, serta transparansi nilai antara dosen dan mahasiswa. Selanjtunya, ketua jurusan Sosiologi Dr. Bagus , M.Si mengimbau mahasiswanya untuk lebih giat dalam berbagai kegiatan positif baik akademis maupun non akademis tidak hanya di dalam lingkup FISIP tapi juga di luar dengan membawa nama Sosiologi. Begitu pula dari pihak mahasiswa, mengharapkan jurusan dapat memberikan dukungan bagi kegiatan-kegiatan mahasiswa agar terjadi sinergisitas antara mahasiswa dan pihak jurusan dalam upaya memajukan Sosiologi.

Belajar Mandiri, Pergerakan untuk pembelajaran metode dan teori

Author: himasos  |  Category: Activity

LIPUTAN BIDANG 3

28 JULI 2012, @RUANG UCYD, 13.30-16.00

“diskusi sarana untuk belajar mandiri, sebuah pergerakan untuk pembelajaran metode dan teori”

pembicara: Drajat Rahmat Kartono

Pak Drajat, mahasiswa sosiologi UNS mana yang tidak tahu akan prestasinya? Namanya tersohor hingga ke Universitas Muhamadiyah Malang dan tidak asing lagi untuk Universitas Indonesia. Beliau sosok dosen yang menyenangkan dan sangat memotivasi mahasiswa-mahasiswanya saat mengajar. Mahasiswa yang awalnya menyesal masuk sosiologi malah menjadi mahasiswa yang berprestasi di Sosiologi, begitulah kiprah dosen unik ini. kali ini saya berkesempatan untuk meliput diskusi di ruang ucyd mengenai pengalaman study beliau dari S1, S2 hingga S3 nya. Ada banyak hal yang saya dapatkan dan benar sekali, sangat memotivasi untuk sukses di Sosiologi.

Siang itu Pak Drajat mengawali diskusi dengan bercerita bagaimana yang ia bisa masuk jurusan Sosiologi. Saat SMA beliau seorang siswa eksak atau ilmu pasti yang dekat dengan beberapa temannya. Teman-temannya paling buruk menjadi mahasiswa kedokteran gigi, sedangakan ia sendiri malah diterima di jurusan sosiologi Unair ketika itu. Akhirnya timbulah motivasi yang terlahir dalam hatinya “saya akan menjadi orang hebat di jurusan yang mereka anggap buruk“. Ia sendiri belum bisa menikmati sosiologi di semester-semester awal, ia mengaku bisa menikmati sosiologi baru di semester empat. Karena backgroundnya dari ilmu eksak, ia selalu mencari konkretnya dari sosiologi, misalnya saat belajar tentang krumunan, ia langsung mendatangi krumunan dan belajar menganalisis, itu krumunan jenis mana? Jadi Pak Drajat selalu berusaha menyentuh sosiologi dengan tangannya dan itu yang sekarang di ajarkan ke mahasiswanya. Seperti itulah cara belajarnya di semester awal.

Uniknya, Pak Drajat sudah memulai penelitiannya di semester dua dengan mengawali turun langsung penelitian di perkampungan kumuh yang ditempati pemulung, yang dimana di tempat itu sedang dilakukan pembangunan sutet. Ia mengawali dengan membuat proposal, merumuskan masalah dan turun langsung ke lapangan, tinggal bersama pemulung di kawasan itu selama satu minggu. Sepulangnya dari penelitian kecil-kecilannya ia jadikan tulisan sebanyak lima lembar dan dimasukan ke dalam Koran namun gagal diterbitkan. Ia tidak menyerah, liburan semester tiga ia meneliti tentang pengamen gambang dengan cara mengikutinya mengamen hingga ke rumahnya, dia teliti bagaimana cara mewariskan kepada anaknya, latar belakangnya, nilai-nilai yang dipahami, dan lain sebagainya hingga akhirnya dijadikan tulisan yang akhirnya diterbitkan di Koran jawa pos, ini kali pertamanya tulisannya masuk di koran.

Penelitian di awal-awal semester itu dilakukan hanya untuk menaklukan kemampuan dirinya, apakah bisa ia masuk ke kehidupan komunitas yang asing untuk dirinya sendiri. ia belum mengerti apa metodologinya, kualitatif atau kuantitatif, dan ia sendiri yang menganggap itu penelitian. Akhirnya di semester empat ia lebih serius untuk penelitan, ia datang ke TU dan mengambil laporan penelitian dosen, ia mulai mengikuti aturan penelitian yang benar. Liburan semester empat ia merancang penelitian yang lebih baik dengan mengacu pada penelitian dosen. Ia buat proposal yang saat itu sedang ada konflik antara pribumi dan orang-orang cina hingga menyambar ke kota-kota lain di Indonesia. Tidak lama kemudian ada pengeboman Borobudur oleh orang arab, tapi pribumi bersikap biasa saja, tidak marah padahal Borobudur kan warisan leluhur kenapa di bom orang arab mereka bersikap biasa saja sedangkan di Solo, ada pembakaran toko-toko orang cina oleh pribumi. akhirnya ia meneliti ini, yang kebetulan dosennya sedang meneliti hubungan antar etnis juga saat itu. Masuk semester lima ia bertemu dengan dosen tersebut dan pak Drajat meminta beliau untuk membaca laporan penelitiannya dan ikut kuliahnya di jurusan antropologi. Dan inilah yang ia bawa untuk skripsinya. Semester lima penelitiannya bertujuan untuk mengukur apakah penelitiannya dapat dipahami oleh orang lain. Saat skripsi, ia meneliti langsung di tempat pengeboman Borobudur tersebut. Disaat ujian, ada satu dosen yang tidak menyukai skripsinya karena penggabungan kualitatif dan kuantitatif. Di tengah-tengah menggarap skripsi di semester tujuh, Pak Drajat mengalami kelelhan rohani, saat ia tidur tapi ia merasa masih berfikir hingga akhirnya ia tinggalkan skripsimya dan mengikuti LKTI tentang kemiskinan nelayan yang akhirnya menjadi juara harapan. Dan penelitiannya inilah yang akhirnya mengantarkan beliau meraih gelar S1.

Pak Drajat akhirnya merasa bercita-cita ingin menjadi seorang peneliti dan ia mengaku sudah sejak dahulu ingin menjadi seorang guru. Semua gajinya di berikan kepada isterinya dan ia kuliah S2 serta hidup di Jakarta dari kegiatannya ikut penelitian. Pak drajat juga kerap kali menjadi asdos (asisten dosen) sejak S1, itu menjadi hal yang teramat penting karena dari menjadi asdos ia bisa belajar banyak dari kehidupan langsung sang dosen bukan dari yang ia ucapkan. Pak Drajat juga mengajarkan sosiologi plus, selain kita harus menguasai sosiologi, kita juga harus menguasai ilmu-ilmu lainnya seperti bahasa Inggris, Ekonomi, Politik dan lain sebagainya karena saat di dunia nyata sosiologi tidak dapat berdiri sendiri, di balik orang ekonomi yang memimpim perusahaan ia membutuhkan orang-orang sosiologi, orang sosiologi bisa masuk ke dalam ilmu ekonomi tapi orang ekonomi belum tentu dapat berkomunikasi dengan sosiologi. Selain itu Pak Drajat juga menekankan pentingnya berorganisasi yang dimana dari organisasi kita akan membuat banyak jaringan, dan jaringan inilah yang akan bekerja saat kita lulus kuliah nantinya.

Pak Drajat juga mengajarkan betapa pentingnya kita ikut terlibat langsung dalam penelitian, karena kita bisa terjun langsung ke lapangan dan dituntut profesionalitas, kerja keras dan manajemen waktu. Kita sebagai mahasiswa harus mulai membuat road map sendiri, beliau mengaku sudah membuat road map nya hingga tahun 2030. Pentingnya kita menentukan tujuan mau kemana kita kelak dan Pak Drajat fokus mengenai krisis dan perkotaan. Ia berharap suatu hari nanti akan menemukan teori krisis yang dapat dibaca oleh semua orang. Banyak sekaliyang Pak Drajat berikan untuk kita sebagai peserta diskusi. Ia menekankan pentingnya kita membuat eksemplar atau tulisan kita yang dibukukan. Kita memang harus memiliki perpustakaan dari karya-karya orang lain, tapi kita juga harus mempunyai buk karya kita sendiri. ia juga bercerita tentang S2 dan S3 nya yang mengagumkan dan patut sekali untuk diteladani. Semua peserta diskusi menyimak dengan seksama dan berdecak kagum, Tanya jawab hidup sekali dalam forum diskusi tersebut, dalam closing statementnya ia mengatakan “mulai, tidak ada pilihan lain selain dimulai”. Pesan terakhir dari kami bisang tiga, ayo ikutan diskusi-diskusi yang diadakan baik itu di kampus, di mall, di toko buku atau dimanapun tempatnya kita bisa menimba ilmu karena belajar yang sebenarnya adalah disaat kita berdiskusi dan berinteraksi dengan orang lain diluar kelas. Ayo hidupkan budaya membaca, menulis dan berdiskusi di kampus fisip kita J.(tria)

Journal Dialektika Volume 9

Author: himasos  |  Category: Activity

Ini dia! Silakan diunduh kakak-kakak yang ingin memiliki  jurnal dialektika volume 9 dalam format pdf. Hanya untuk referensi ya, NO PLAGIARISM, NO COPY PASTE! Makasih :)

1. Alun-Alun Kediri (Pergeseran Identitas Ruang Publik Suatu Kota di Jawa) oleh Wida Ayu Puspitosari

2. Ideologi Peradaban dan Gerakan Sosial oleh : Gunawan Wibisono

3. Judi Bola, Menggurita di Kalangan Mahasiswa oleh : Eufrasia K. & M. Aldi Renato

4. Struktur Sosial Berpengaruh Pada Sebuah Transformasi Agraris oleh : Irqas Aditya Herlambang, dkk

5. Sustainable Forest Management: Pengelolaan Hutan oleh Koperasi Hutan Kemasyarakatan “Taruna Tani” di Dusun Selo Timur, Desa Hargoredjo, Kokap, Kulon Progo, Yogyakarta oleh Addin Kurnia Putri

Sociology Training Research

Author: himasos  |  Category: Activity

Selasa, 17 April 2012 Himpunan Mahasiswa Sosiologi FISIP UNS mengadakan acara STRES (Sociology Training Research) kepada seluruh mahasiswa FISIP UNS. Acara ini diisi oleh dosen Sosiologi Drajat Tri Kartono yang bertujuan sebagai stimulus bekal teori dan metodologi mahasiswa dalam melakukan penelitian sosial.

Go Sociology Go Green

Author: himasos  |  Category: Activity

Dalam partisipasi memperingati “Hari Bumi” yang jatuh pada tanggal 22 April hari Minggu lalu, mahasiswa Sosiologi FISIP UNS angkatan 2011 mengadakan sebuah kegiatan bertema “Satu Orang Satu Pohon” dan menamakan kegiatannya dengan “Go Sociology Go Green” pada hari Senin, tanggal 23 April 2012. Acara ini diadakan di Area Selatan Gd.IV FISIP UNS.
“Acara ini acara kecil tidak banyak menghabiskan biaya tapi saya yakin berdampak besar bagi bumi & orang lain disekitar kita untuk menyadarkan kembali betapa begitu besar peran 1 pohon bagi kita” ujar Taufiq dalam postingannya di situs jejaring sosial Facebook.

Semoga kegiatan ini menambah kesadaran kita untuk menjaga kelestarian alam dan menjadi langkah awal yang baik dalam rangka usaha menghijaukan lingkungan sekitar kita :)

Bedah Buku "Identitas Tionghoa Muslim Indonesia"

Author: himasos  |  Category: Activity

BEDAH BUKU “Identitas Tionghoa Muslim Indonesia”
Rabu, 18 April 2012, Public Space FISIP UNS, HIMASOS mengadakan bedah buku yang berjudul “Identitas Tionghoa Muslim Indonesia”. Acara ini diadakan untuk menambah wawasan dan pengetahuan dalam memahami apa arti keputusan warga tionghoa Indonesia memeluk islam. Dengan menapak tilas jejak keberadaan mereka di nusantara, hingga membedah pergulatan hebat insan-insan tionghoa muslim pasca orde baru, buku ini menyampaikan pesan kepada kita temuan yang menyentuh; bahwa sejarah etnis Tionghoa di Indonesia adalah sejarah pertarungan mencapai identitas sosial yang positif. Penulis dari buku ini adalah Afthonul Afif, beliau melakukan penelitian sebelum membuat buku ini sampai dua tahun dan kepribadian dari beliau ternyata lebih ramah dari yang dikira. Kegiatan ini dibuka oleh Mahasisa dari Sosiologi sendiri yaitu Taufik dan Faqih dengan menyanyikan sebuah lagu sebagai penyemangat dan untuk mencuri perhatian dari Mahasiswa lainnya yang mungkin sedang kurang kerjaan hanya duduk dan mengobrol dengan temannya di Public Space. Semakin siang semakin ramai pula suasana yang ditawarkan, pembicara mulai menempatkan dirinya duduk di depan dan sebagai moderator Triana mempersilahkan Bp mendahului berbicara sedikit mengenai buku yang telah dituliskan Afthonul Afif. Disambung Argyo Demartoto, M.Si (dosen Sosiologi FISIP UNS) kemudian dengan mas Maulana Kurnia Putra (mahasiswa Sosiologi FISIP UNS) yang sebentar lagi akan menyelesaikan skripsinya, mas Maulana memberikan paper yang dibacakannya saat itu yang isinya menjelaskan sdikit dari buku yang dibuat Afthonul Afif, selanjutnya diteruskan oleh mas yang paling ganteng sendiri yaitu Bandung Mawardi (esais), mas yang satu ini membuka pembicaraannya dengan membacakan puisi dan ternyata puisi itu merupakan arti dari sebuah lagu yang kemudian diterjemahkannnya dalam bentuk bahasa Indonesia. Hawa yang panas telah dicairkan dengan suasana dan guyonan dari mas Bandung, mas Bandung menanyakan kepada Mahasiswa yang menghadiri tersebut “pernahkan melihat foto sejarah Ir. Soekarno dan lainnya”.Hal sepele menjadi bahan topik dari mas Bandung sendiri yang menambah menariknya acara. Canda tawa lepas telah dihadirkan mas Bandung. Disusul dengan inti dari acara ini penulis buku “Identitas Tionghoa Muslim Indonesia” Afthonul Afif, berwajah tampan berkacamata ini membedah karya yang dibuatnya dan menjelaskan bagaiman kehidupan masyarakat Tionghoa di Indonesia. Ternyata setelah dibahas banyak sekali ragam budaya dari Tionghoa. Acara ini dilanjutkan dengan memberikan ajuan pertanyaan dari Mahasiswa dan hebatnya acara ini juga dihadiri dari luar FISIP UNS, ada yang dari UMS menghadiri acara ini. Bersyukur acara ini berjalan lancar adanya, penanya yang mengajukan pertanyaan dijawab baik oleh para pembicara dan bonus untuk penanya diberikan Doorprize, sudah dapat ilmu, dapat kenangan pula. Mengasikan memang acara ini apalagi ditambah aroma makanan yangdisediakan sebagai snack, yang lapar mejadi kenyang. Pembicara mendapat kenang-kenangan dari HIMASOS dan berfoto bersama, namun sangat disayangkan mas ganteng Bandung Mawardi tidak mau diajak berfoto bersama bukan karena malu tetapi kepribadiaanya memang sangat unik. Acara ini ditutup dengan lagu yang dipersembahkan oleh Taufik dan Faqih yang berjudul Benci untuk mencinta (Naif). Sangat disayangkan jika tidak menghadiri acara ini sebab sangat mengasyikkan dan yang berkenan membeli buku “Identitas Tionghoa Muslim Indonesia” langsung dapat tanda tangannya dan berfoto bareng.